Klinik Trinity Medika Jakarta Pusat

Just another Blog In Harmony Clinic Sites site

Home » Articles posted by trinity (Page 5)

Perawatan Untuk Kulit Berminyak

download (14)                                              download (15)

   Tahukah anda, bahwa kulit berminyak merupakan jenis kulit yang paling rentan terserang jerawat. Karena itu kita harus melakukan perawatan yang benar untuk jenis kulit berminyak ini. Karena jika dirawat dengan benar, jenis kulit ini juga berpotensi awet muda. Kulit berminyak ditandai dengan peningkatan produksi kelenjar sebaceous dalam memproduksi minyak atau sebum,kulit yang mengkilat, dan biasanya memiliki pori-pori yang besar seperti kulit jeruk. Minyak atau sebum yang bercampur dengan debu dan kotoran yang menempel pada kulitdapat menyumbat pori-pori kulit wajah kemudian berkembang menjadi jerawat dan komedo. Horman dan faktor genetik berperan sangat besar dalam mengatur produksi minyak. Dan berikut ini saya informasikan mengenai cara mengatasi dan merawat kulit berminyak.

1. Mengkonsumsi makanan
Apa yang Anda makan memiliki efek langsung pada kulit. Jika Anda memiliki kulit berminyak, konsumsilah makanan yang kaya protein, vitamin B5 dan B2, sayuran berdaun hijau, dan buah segar. Selain itu, banyak-banyaklah minum air putih sesuai anjuran untuk membantu membilas racun. Batasi asupan gula, garam, junk food, dan lemak tidak sehat.

download (13)
2. Cleanser 
Sangat penting untuk menjaga kulit berminyak tetap bersih. Anda dapat membersihkan wajah dua kali sehari dengan clenser 3 untuk menyingkirkan kelebihan minyak dan membersihkan pori-pori dari kotoran.

images (10)

3. Penyegaran Toning
Setelah dibersihkan, wajah semprot/oleskan toner 3 menyegarkan kulit dan membersihkan kotoran yang masih tersisa pada proses pembersihan. pilih toner herbal tanpa alkohol, dan dapat menyegarkan kulit serta tidak pedih dimata.

4. Pelembaban Nourishing Serum 
Serum penting digunakan untuk menghindari dehidrasi pada kulit. serta memberikan nutrisi yang bisa merevitalisasi kulit baru yang cerah agar tumbuh sehat dan cerah anda dapat memakai Regenerative serum setiap hari sebelum memakai cream.

5. Nourishing dan sunblock Intensive Nourisher (pemberi gizi yang sempurna) 
Kulit berminyak bisa menjadi kering karena perubahan cuaca. Oleh karena itu, kulit berminyak pun butuh pelembab Gunakan pelembab atau Sunblock 3 yang khusus diformulasikan untuk kulit berminyak. Pakailah Sunblock 3 dalam perawatan wajah anda setiap 3,5 jam, sebelum jam 5 sore.

Pastikan produk perawatan kulit berminyak yang anda gunakan sudah sesuai.
Rangkaian 2-5 bisa anda peroleh di Klinik Trinity Medika, dengan harga yang sangat terjangkau. while stock lasts!
WAJAH BERSIH BEBAS MINYAK bukan sekedar mimpi lagi!

Untuk Professional Treatment, pastikan Anda terjadwal untuk Konsultasi dengan Dokter kami.
Info: 021-6121888/ 08777.5678.669/ BB 227F2E67

HEPATITIS A

Hepatitis A???

PENYAKIT APA SIHH ??

Cegah Penularannya..

 

images (4)

PERNAH DENGAR PENYAKIT HEPATITIS A ?

Penyakit ini merupakan penyakit yang menghawatirkan loh. Indonesia merupakan daerah endemik infeksi  Hepatitis A.  Hepatitis A merupakan infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A.

CARA PENULARAN

Penularan virus Heptitis A dapat menular melalui makan, minuman yang tercemar. Jadi penyebaran virus ini , ada hubungannya dengan kebersihan hidup.

FAKTOR RESIKO TERJADI INFEKSI VIRUS INI ADALAH  :

*         Anak berusia 12 -23 bulan

*         Individu yang berpergian ke daerah endemik Hepatitis A

*         Individu yang memiliki pekerjaan dengan resiko tinggi terpapar virus Hepatitis A

*         Individu yang berkontak erat dengan pasien Hepatitis A

*        Pasien denga penyakit hati, termasuk infeksi virus Heaptitis B, C

*         Homoseksual

*         Pengunan obat-obatan suntik

*         Indevidu yang tinggal di daerah endemis Hepatitis A

 

TANDA GEJALA HEPATITIS A :

1.  Tanda –tanda nya seperti flu biasa

2.  Demam

3.  Letih

4.  Napsu makan menurun

5.  Urine ( pipis ) berwarna kuning tua.

 

SIAPA SAJA YANG BERESIKO TINGGI ?

Terdapat populasi tertentu yang rentan terinfeksi hepatitis A. Beberapa di antaranya adalah anak berusia 12-23 bulan, individu yang bepergian ke daerah endemis hepatitis A, penderita dengan penyakit hati, termasuk infeksi virus hepatitis B, C, atau pasien transplantasi hati. Populasi risiko tinggi lainnya adalah kalangan homoseksual dan pengguna narkotika intravena. Pedagang makanan juga tercatat memiliki risiko yang cukup tinggi.

BAGAIMANA SESEORANG TAU KALO  TERINFEKSI HEPATITIS A?

Diagnosis Hepatitis A dibuat berdasarkan temuan laboratoris antibodi terhadap virus hepatitis A (anti-HAV). Diagnosis infeksi Hepatitis A akut dibuktikan melalui IgM anti-HAV yang positif. IgM anti-HAV dapat bertahan selama 4 bulan, namun pada beberapa pasien bertahan hingga 1 tahun setelah infeksi awal. Pemeriksaan lain menggunakan teknik PCR (polymerase chain reaction) yang dapat mendeteksi virus di dalam serum sampai dengan 21 hari setelah timbul gejala.

TERAPI

Sejauh ini tidak ada terapi spesifik untuk mengobati infeksi akut virus Hepatitis A. Terapi yang diberikan terutama berupa terapi simtomatik. Tirah baring, menghindari aktivitas fisik yang berat, dan menghindari konsumsi alkohol merupakan beberapa edukasi yang dapat diindikasikan untuk pasien berusia lanjut, pasien dengan penyakit komorbid, atau pasien dengan gejala klinis yang berat.

 PENCEGAHAN HEPATITIS A

  1.  Mulai saja dengan cara yang paling sedrehana seperti mencuci tangan
  2. Makan sayur – sayuran dan buah –buahan
  3. Tidak mengunakan alat makanan dan minuman secara bersamaan
  4. Banyak berolah raga
  5. Lakukan vaksinasi Hepatitis .

 

Untuk Vaksin Halal, Aman, dan Harga Terjangkau, Ladies boleh mempercayakan kepada kami.

Hubungi kami di Klinik Trinity Medika untuk informasi treatment kecantikan, gigi, dan vaksinasi:

Kompleks Ruko Hotel Ibis Mangga Dua

Jl. Pangeran Jayakarta Blok E1 No. 12 Jakarta Pusat 10730. Indonesia

Phone : (021) 6121888 / 087-775-678-669

Email: enquiries@trinitymedika.co.id

CACAR AIR ATAU VARICELLA

air

cacar 

DEFINISI

Varicella atau yang dikenal juga secara awam sebagai cacar air adalah penyakit infeksi virus yang disebabkan oleh virus Varicella Zoster. Di  Indonesia, penyakit ini disebut sebagai cacar air karena gelembung atau bisul yang terbentuk pada kulit apabila pecah mengeluarkan air. Penyakit ini sangat mudah untuk menyebar kepada orang lain, terutama anak-anak, yang belum pernah terkena varicella sebelumnya. Penyebaran dari virus Varicella Zoster terjadi melalui udara dan kontak langsung dengan penderita. Varicella paling sering ditemukan pada anak-anak berusia 1-9 tahun. Angka kejadian penyakit ini sudah banyak berkurang terutama di negara-negara maju karena ditemukannya vaksinasi terhadap virus Varicella Zoster.

 GEJALA & PENYEBAB

 Infeksi primer dari virus Varicella Zoster akan menyebabkan terjadinya varicella atau cacar air.  Penyakit ini sering ditemukan pada anak-anak dan dengan cepat dapat menyebar. Apabila infeksi primer terjadi saat dewasa atau pada orang tua, umumnya gejala yang dirasakan lebih berat dan berbahaya.

Gejala yang dapat ditemui pada penyakit cacar air adalah:

  1. Demam;
  2. Timbul bisul mudah pecah yang berisi air, setelah pecah menjadi keropeng. Bisul ini tumbuh mulai dari badan lalu ke tangan dan kaki. Di tubuh penderita dapat terlihat variasi dari bisul ini, mulai dari yang mau membentuk bisul hingga yang sudah pecah membentuk keropeng. Keropeng ini akan menghilang dalam 1-2 minggu;
  3. Nyeri pada kepala, lemas, dan nafsu makan berkurang.

 Gejala yang dapat ditemui pada penyakit herpes zoster adalah:

  1. Nyeri seperti rasa terbakar, gatal, atau kulit menjadi lebih sensitif selama beberapa hari. Pada awal munculnya gejala ini, penderita sering tidak menyadari mengalami herpes zoster sampai muncul ruam dan lepuhan;
  2. Muncul ruam kemerahan yang berubah menjadi lepuhan hanya pada sebelah sisi tubuh.  Lepuhan yang timbul akan mengikuti pola dari persarafan yang terkena sehingga dapat tampak seperti pita. Lokasi tersering dari lepuhan adalah di dada dan wajah. Apabila lokasi lepuhan mengenai mata, dapat terjadi kelainan pada kornea dan dapat menyebabkan kebutaan; Selama lepuhan di tubuh penderita belum kering, penderita dapat menularkan virus ini kepada orang lain. Orang yang belum terkena infeksi virus ini sebelumnya, terutama pada anak-anak, rentan untuk menderita cacar air.

        Normalnya, setelah lepuhan hilang, perlahan-lahan nyeri yang dirasakan juga ikut menghilang. Pada beberapa kasus tertentu, nyeri tidak menghilang dan menetap. Nyeri yang dirasakan berupa sensasi tertusuk-tusuk dan terbakar. Nyeri ini dapat bertahan berbulan-bulan hingga menahun. Nyeri ini dikenal sebagai nyeri setelah herpes. Sebenarnya nyeri ini tidak berbahay dan tidak mengancam nyawa, tetapi sulit untuk di atasi dan penderita sering merasa terganggu. Nyeri setelah herpes ini lebih sering ditemukan pada orang tua daripada anak-anak atau orang muda.

Diagnosis dari kedua penyakit tersebut umumnya dibuat berdasarkan hasil wawancara dan pemeriksaan fisik dari penderita. Pemeriksaan penunjang jarang untuk dilakukan. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan berupa tes Tzanck. Tes ini menggunakan mikroskop untuk melihat mencari sel khas yang ada pada penyakit ini.

 PENGOBATAN

Sebenarnya penyakit cacar air dapat sembuh sendiri tanpa pemberian pengobatan apapun. Pemberian terapi bersifat supotif sesuai dengan gejala yang dialami oleh penderita. Contohnya apabila pasien demam diberikan obat penurun demam. Anti-virus juga diberikan. Menurut beberapa penelitian, pemberian anti-virus dapat mempercepat penyembuhan, mencegah perkembangbiakan dari virus, dan mengurangi gejala yang dialami penderita. Antibiotik juga diberikan untuk mencegah infeksi sekunder yang masuk melalui kulit yang sedang terluka. Penderita cacar air dapat mandi seperti biasa tetapi harus berhati-hati agar tidak memecahkan bisul karena dapat menjadi sumber infeksi sekunder.

Untuk pengobatan dari herpes zoster perlu diberikan obat-obatan anti nyeri karena nyeri pada penyakit ini sering mengganggu. Selain itu juga dapat diberikan anti-virus terutama pada orang-orang dengan imunitas atau kekebalan tubuh yang rendah. Anti-virus bermanfaat untuk mempercepat penyembuhan, mencegah perkembangbiakan virus, mengurangi gejala yang dialami penderita, dan mengurangi resiko tejadinya nyeri setelah herpes. Untuk mengurangi peradangan yang disebabkan oleh virus ini, dapat juga menggunakansteroid.

Untuk pengobatan pada nyeri setelah herpes, perlu dilakukan manajemen nyeri yang baik. Oleh karena itu, dapat diberikan obat-obatan anti nyeri. Prinsipnya, pemberian anti-nyeri dimulai dari jenis obat paling ringan dengan dosis terkecil dan ditingkatkan perlahan hingga ke jenis obat yang lebih kuat. Selain obat-obat anti nyeri dapat juga diberikan obat oles yang mengandung capcaisin dan obat anti kejang. Kedua jenis obat tersebut terbukti dapat mengatasi nyeri setelah herpes walaupun buka termasuk obat anti-nyeri.

Untuk pencegahan penyakit ini dapat dilakukan pemberian vaksinasi. Vaksin varicella sudah dapat diberikan sejak anak berusia 12 bulan. Sebaiknya vaksin ini diberikan sebelum anak mulai masuk sekolah. Apabila vaksin ini diberikan setelah anak berusia 12 tahun, maka vaksin perlu diberikan 2 kali dengan jarak minimal antara pemberian pertama dan kedua selama 4 minggu. Berdasarkan penelitian, vaksin varicella dapat memberikan perlindungan hingga 20 tahun seteleh divaksinasi. Di Indonesia sendiri, vaksin ini belum menjadi salah satu vaksin yang disubsidi oleh pemerintah.

Pemberian vaksin efektif melindungi 80-85% terhadap penyakit varicella dan efektif 95% mencegah varicella yang berat. Akan tetapi, sekitar 15-20% anak sehat yang diberikan vaksin ini tetap terkena varicella. Jenis varicella yang dialami jenis yang ringan di mana tidak ditemukan adanya demam, bisul pada kulit yang lebih sedikit, dan keluhan lain juga lebih ringan. Selain itu, varicella pada anak yang sudah divaksinansi juga jarang menular kepada orang lain yang belum terkena varicella atau cacar air

Untuk informasi lebih lanjut

Hubungi : Klinik Trinity Medika

Kompleks Ruko Hotel Ibis Mangga Dua

Jalan Pangeran Jayakarta blok E1 no. 12

Jakarta Pusat 10730. Indonesia

Phone : (021) 6121888

Fax : (021) 6288395

Email :enquiries@trinitymedika.com

CACAR ULAR

download (12)                 Rash2           rash1

Pernahkah anda mendengar mengenai cacar ular? Bahasa kedokterannya adalah Herpes Zoster.

Cacar Ular (Shingles) adalah ruam kulit yang menyakitkan, yang disebabkan oleh virus varicella zoster . Penyakit ini juga disebut Herpes Zoster. Cacar ular biasanya muncul berkelompok atau berbaris pada satu area kecil di salah satu sisi wajah atau tubuh.

Cacar ular umumnya terjadi pada orang dewasa dan orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah akibat stres, cedera, obat-obatan tertentu, atau alasan lain. Kebanyakan orang yang terkena cacar ular akan membaik dan tidak pernah terkena lagi.

Kriteria mereka yang berisiko tinggi terhadap sakit cacar ular:

  1. Sistem imunitas rendah, seperti pada orang tua, penderita kanker seperti leukemia, sedang menjalani kemoterapi ataupun radioterapi, dan infeksi HIV

  2. Konsumsi obat immunosupresan, seperti steroid dan obat-obat yang diberikan setelah operasi transplantasi organ

 Transmisi VZV melalui kontak langsung cairan dari gelembung cairan (blisters) dari penderita cacar air. Bila seseorang belum pernah sakit cacar air dan terinfeksi, maka dia akan terjangkit cacar air, bukan cacar ular.

 Bagaimana dengan gejala ataupun tanda-tanda terinfeksi cacar ular? 

Timbulnya ruam yang nyeri pada satu sisi wajah ataupun tubuh (berbentuk garis lurus), yang didahului dengan gatal, sakit, ataupun kesemutan selama 1-5 hari . Ruam ini kemudian menjadi blisters yang akan mengering dalam waktu 7-10 hari dan menghilang dalam waktu 2-4 minggu.

Pada penderita dengan imunitas rendah dapat mengalami penyebaran ruam yag lebih luas dan mirip dengan ruam cacar air.

  Apakah ada gejala lainnya? 

 Gejalanya mirip seperti orang yang terserang flu, seperti demam, sakit kepala, dan menggigil, atau bahkan sakit perut.

 Bagaimana bila saya mengalami gejala-gejala tersebut di atas?

 Sebaiknya anda segera mengunjungi Dokter terdekat. Dokter  Umum anda akan memberikan anda obat anti-nyeri; penurun panas/ demam; antivirus salep, oral, intravena; dan kortikosteroid.

 Apakah ada cara penanganan pertama terlebih dahulu?

-  Pastikan ruam anda terbungkus, hindari sentuhan dan garukan

-  Berikan kompres lembab, calamine lotion untuk mengatasi gatal

-  Cuci tangan anda lebih sering untuk mencegah penyebaran virus VZV

-  Sampai terbentuk krustae (cairan blister telah kering, berbentuk kerak), hindari kontak dengan ibu hamil yang belum ada imunitas terhadap cacar air, bayi premature atau lahir dengan berat badan rendah, dan mereka dengan imunitas rendah seperti dijelaskan di atas.

Siapa yang Terkena Cacar Ular?

Siapapun yang telah terkena cacar air bisa terkena cacar ular, dan kemungkinan terkena penyakit ini lebih besar jika usia Anda lebih tua dari 50 tahun atau sistem kekebalan tubuh Anda lemah.

Bagaimana Cara Pencegahannya?

Pastikan diri anda sudah di imunisasi cacar air untuk mengurangi resiko terkena cacar ular dan nyeri kronik akibat Post-Herpetic Neuralgia (PHN) sebagai lesi ikutan pasca Herpes Zoster.
Centres for Disease Control and Prevention (CDC) – US merekomendasikan vaksinasi Herpes Zoster bagi yang telah berusia 60 tahun dan lebih. Sedangkan FDA menyarankan usia 50 tahun dan ke atas untuk diberikan vaksinasi Herpes Zoster.

 

Untuk Vaksin harga bersaing dengan kualitas terbaik,

Hubungi:

Klinik Trinity Medika

021-6121888

Jl. Pangeran Jayakarta Blok E1 No. 12 Jakarta Pusat 10730. Indonesia

Email: enquires@trinitymedika.com

VAKSIN MENINGITIS

BERENCANA PERGI HAJI DALAM WAKTU DEKAT ???

SUDAHKAH ANDA MENDAPATKAN VAKSIN ??

images (7)

images (8)

Berencana pergi haji dalam waktu dekat? Jangan lupa sempatkan jadwal vaksinasi meningitis sebelum pergi.  Sejak tahun 2002, pemerintah Arab Saudi memberlakukan kewajiban vaksinasi bagi calon haji yang akan pergi ke Mekah dan Madinah. 

Meningitis di antara ritual ibadah haji pertama kali terdeteksi tahun 1988.  Tidak banyak memang, hanya 2 kasus. Namun, pada tahun 1993, jumlahnya menjadi 5 kasus, 2 di antaranya meninggal. Tahun 2001, meningkat menjadi 18 kasus, 6 di antaranya meninggal di Arab Saudi.

 Meningitis adalah radang pada membran pelindung yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang, yang secara kesatuan disebut meningen. Radang dapat disebabkan oleh infeksi oleh virus, bakteri, atau juga mikroorganisme lain, dan walaupun jarang dapat disebabkan oleh obat tertentu. Meningitis dapat menyebabkan kematian karena radang yang terjadi di otak dan sumsum tulang belakang; sehingga kondisi ini diklasifikasikan sebagai kedaruratan medik.

Tapi, tak hanya untuk yang naik haji, Jika Anda rutin melakukan traveling ke luar negeri, baik untuk keperluan bisnis atau pekerjaan, lakukan imunisasi sebagai pencegahan. Sebab, saat berada di tempat-tempat umum yang banyak dikunjungi orang dari berbagai dunia, risiko Anda cukup besar untuk terpapar bakteri, virus, maupun jamur. Misalnya, saat Anda di bandara, di dalam pesawat terbang, tempat-tempat wisata, dan tempat keramaian publik lainnya.

Penularan virus penyebab meningitis umumnya terjadi lewat  kontak langsung.  Baik melalui batuk, bersin, ciuman, ataupun pemakaian perkakas bersama, seperti sendok atau sikat gigi. Dengan begitu, penting sekali menjaga kebersihan diri dan lingkungan untuk mencegah penularan. 

Gejala yang biasanya timbul pada sesorang yang terkena meningitis seperti sakit kepala, demam ringan, napsu makan turun, kepekaan terhadap cahay terang, kebingungan, mual muntah, sakit kepala dan kaku.

Cara Mencegah Meningitis

  1. Menjaga Kebersiahan. Penyakit meningitis dapat dicegah dengan cara meningkatkan kebersihan. Yang paling penting        adalah teknik mencuci tangan yang tepat. Cucitangan dengan sabun dan air hangat. Gosok tangan dalam kurun  waktu10-20 detik, pastikan membersihkan tepat dibawah kuku. Bersihkan dengan air hangat yang mengalir. Kemudian keringkan tangan menggunakan handuk.
  2. Menutup hidung saat bersin atau batuk.
  3. Hindari berbagi gelas, cangkir, botol air yang digunakan pada waktu olahraga atau rekreasi, rokok dll.
  4. Mencuci tangan yang benar sangat diperlukan untuk menghilangkan kontaminasi tinja setelah BAB, mengganti popok dan sebagainya.
  5.  Melakukan imunisasi yang di berikan di  sejumlah rumah sakit, klinik, dan puskesmas. Anak-anak balita dapat pula  diberikan vaksin antibakteri Streptococcus pneumoniae (Pneumococcus), pencetus penyakit meningitis.

Contact us for vaccination appointment and get a good deal for the most trusted vaccine in the town!

 TRINITY MEDIKA CLINIC

Kompleks Ruko Hotel Ibis Mangga Dua E1/12

Jakarta Pusat

021-6121888 (Indonesian)

Email: enquiries@trinitymedika.co.id(Indonesian & English)

DIFTERI, PERTUSIS, TETANUS

DIFTERI

tonsilitis, tonsilitis difteriimages (9)

Penyakit Difteri saat ini menjadi momok menakutkan bagi masyarakat di Jawa Timur. Betapa tidak, sejak Januari hingga sekarang, ada 328 orang yang terkena difteri di Jawa Timur. Sebagian besar adalah anak-anak. Dari jumlah itu, 11 orang meninggal dunia.

Difteri adalah infeksi bakteri yang bersumber dari Corynebacterium diphtheriae, yang biasanya mempengaruhi selaput lendir dan tenggorokan.

Tanda dan gejala difteri meliputi, sakit tenggorokan dan suara serak, nyeri saat menelan, pembengkakan kelenjar (kelenjar getah bening membesar) di leher, dan terbentuknya sebuah membran tebal abu-abu menutupi tenggorokan dan amandel, sulit bernapas atau napas cepat, demam, dan menggigil.

Cara penularan Bakteri C.diphtheriae dapat menyebar melalui tiga cara : bersin, kontaminasi barang pribadi ( barang yang belum di cuci), barang – barang rumah tangga yang  di pakai bersamaan.

Pencegahan difteri paling efektif adalah dengan imunisasi bersamaan dengan tetanus dan pertusis (vaksinasi DPT) sebanyak 3 kali sejak bayi berumur 2 bulan dengan selang penyuntikan 1-2 bulan. Pemberian imunisasi DPT akan memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit difteri, pertusis dan tetanus. Efek samping imunisasi DPT yang mungkin timbul adalah demam, nyeri dan bengkak pada permukaan kulit. Cara mengatasinya cukup diberikan obat penurun panas.

PERTUSIS

prt

Penyakit pertusis atau batuk rejan atau “Batuk Seratus Hari“ disebabkan bakteri Bordetella Pertussis. Gejala pertusis khas yaitu batuk terus menerus, sukar berhenti, muka menjadi merah atau kebiruan dan muntah kadang-kadang bercampur darah. Batuk pertusis diakhiri tarikan napas panjang dan dalam dan berbunyi melengking.

Penularan bakteri pertusis umumnya melalui udara (batuk/bersin). Bakteri pertusis juga dapat menular melalui benda atau makanan yang terkontaminasi. Pencegahan pertusis paling efektif adalah dengan imunisasi bersamaan dengan tetanus dan difteri (vaksinasi DPT) sebanyak 3 kali sejak bayi berumur 2 bulan dengan selang penyuntikan 1-2 bulan.

 TETANUS 

download (10)download (11)

Penyakit tetanus berbahaya karena mempengaruhi sistem urat saraf dan otot. Gejala tetanus diawali dengan kejang otot rahang (trismus atau kejang mulut), pembengkakan, rasa sakit dan kejang di otot leher, bahu atau punggung. Kejang-kejang segera merambat ke otot perut, lengan atas dan paha.

            Neonatal tetanus umum terjadi pada bayi baru lahir. Neonatal tetanus menyerang bayi baru lahir karena dilahirkan di tempat kotor dan tidak steril, terutama jika tali pusar terinfeksi. 

Infeksi tetanus disebabkan bakteri Clostridium Tetani yang memproduksi toksin tetanospasmin. Tetanospasmin menempel di area sekitar luka dan dibawa darah ke sistem saraf otak dan saraf tulang belakang, sehingga terjadi gangguan urat saraf, terutama saraf yang mengirim pesan ke otot. Infeksi tetanus terjadi karena luka terpotong, terbakar, aborsi, narkoba (misalnya memakai silet untuk memasukkan obat ke dalam kulit) maupun frostbite. Walaupun luka kecil bukan berarti bakteri tetanus tidak dapat hidup di sana. Sering kali orang lalai, padahal luka sekecil apapun dapat menjadi tempat bakteri tetanus berkembang biak.

            Periode inkubasi tetanus terjadi dalam waktu 3-14 hari dengan gejala mulai timbul di hari ketujuh. Gejala neonatal tetanus mulai pada dua minggu pertama kehidupan seorang bayi. Walaupun tetanus berbahaya, jika cepat didiagnosa dan mendapat perawatan benar, penderita tetanus dapat disembuhkan. Penyembuhan tetanus umumnya terjadi selama 4-6 minggu. Tetanus dapat dicegah dengan pemberian imunisasi sebagai bagian vaksinasi DPT. Setelah lewat masa kanak-kanak, imunisasi tetanus terus dilanjutkan walaupun telah dewasa, dengan vaksin TT (Tetanus Toxoid). Dianjurkan imunisasi tetanus setiap interval 5 tahun: 25, 30, 35 dst. Wanita hamil sebaiknya mendapat imunisasi tetanus dan melahirkan di tempat bersih dan steril.

 

KANKER SERVIKS TEROR SETIAP WANITA

download (1)

*Setiap 1 jam di perkirakan 1 perempuan di Indonesia meninggal karena kanker serviks.

*Setiap perempuan beresiko terkena kanker serviks.

*Kanker serviks atau yang disebut juga sebagai kanker mulut rahim merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak ditakuti kaum wanita. Berdasarkan data yang ada, dari sekian banyak penderita kanker di Indonesia, penderita kanker serviks mencapai sepertiga nya. Dan dari data WHO tercatat, setiap tahun ribuan wanita meninggal karena penyakit kanker serviks ini dan merupakan jenis kanker yang menempati peringkat teratas sebagai penyebab kematian wanita dunia.

*Kanker serviks menyerang pada bagian organ reproduksi kau m wanita, tepatnya di daerah leher rahim atau pintu masuk ke daerah rahim yaitu bagian yang sempit di bagian bawah antara kemaluan wanita dan rahim.

  PENYEBAB KANKER SERVIKS

~Kanker serviks disebabkan oleh Virus Human Papilloma ( HPV ) yang bersifat onkogenik ( penyebab kanker).

~HPV tipe 16 dan 18 bersama–sama menyebabkan 71 % kasus kanker serviks di dunia .

GEJALA WANITA PENDERITA KANKER SERVIKS

Ciri Gejala Awal kanker serviks mungkin tidak menunjukkan kondisi yang berarti, dan hanya dikira sebagai kondisi kurang fit saja. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat dalam mengenali penyakit kanker serviks/ leher Rahim dan semua gejala yang ditimbulkan yaitu sebagai berikut:

 

  1. Pendarahan abnormal pada vagina = Ini adalah gejala yang paling umum. Perempuan harus menyadari menstruasi mereka, pendarahan setelah hubungan seksual, bercak di antara periode menstruasi. Sebuah perdarahan vagina yang abnormal dan tiba-tiba tanpa alasan. Kondisi ini anda harus segera periksa kesehatan ke klinik terdekat agar mengobati kanker rahim tidak terlambat lagi.
  2. Nyeri panggul = nyeri panggul tidak berhubungan dengan kondisi lain, menstruasi, atau aktivitas fisik bisa menjadi gejala kanker serviks
  3. Keputihan = Ketika Anda mengamati bahwa Anda memiliki keputihan yang tidak biasa dan sering, mungkin menjadi salah satu gejala kanker. Ini merupakan gejala umum yang berkaitan dengan kondisi perempuan.
  4. Peningkatan frekuensi kencing = Bila Anda sering buang air kecil, terutama jika Anda tidak hamil maka mungkin ada kemungkinan bahwa Anda memiliki kanker serviks.
  5. Kesulitan dalam buang air kecil = Ketika ada rasa sakit atau kesulitan saat buang air kecil, saatnya anda pergi kedokter dan check up. Ini mungkin juga merupakan gejala ISK (Infeksi Saluran Kemih) tetapi untuk memastikan, mencari info dari dokter untuk segera ditangani.
  6. Nyeri selama hubungan seksual = Bila Anda merasa sakit yang tidak diinginkan selama hubungan seksual, Anda mungkin menderita kanker serviks.
  7. Gangguan Pencernaan = Ketika Anda mengalami sembelit kronis dan merasa benjolan bahkan rasa sakit saat anda buang air besar
  8. Kehilangan nafsu makan = penurunan mendadak nafsu makan juga dapat menjadi tanda kanker serviks.
  9. Kelelahan = Bahkan ketika Anda beristirahat tapi Anda masih merasa stres dan merasa lelah sepanjang waktu, kemungkinan ini tanda dari kanker serviks.

 

Banyak orang yang percaya bahwa kanker serviks tak bisa dicegah. Padahal ada banyak cara untuk mencegahnya, termasuk lima cara yang bisa dilakukan, berikut ini.

1.    Melakukan tes papsmear secara teratur.

download (2)

Melakukan tes papsmear secara teratur akan membantu Anda mengetahui risiko terkena kanker serviks. Selain itu, dengan melakukan papsmear secara teratur, ketika kanker serviks muncul akan segera diketahui dan ditangani, sehingga tingkat keselamatan masih cukup tinggi.

 2.    Vaksin HPV

download (3)

Melakukan vaksin HPV untuk mencegah infeksi HPV yang menyebabkan kanker serviks juga baik dilakukan. Vaksin HPV diketahui sebagai cara paling efektif untuk mencegah kanker serviks. Namun melakukan vaksin saja tak cukup, Anda juga harus menjaga kesehatan diri sendiri.

 3.    Tidak berganti-ganti pasangan

Salah satu faktor penyebab munculnya kanker serviks adalah melalui infeksi HPV yang ditularkan saat berhubungan seksual. Risiko ini semakin tinggi ketika seseorang sering berganti-ganti pasangan. Terutama mereka yang tak mengetahui ketika pasangan memiliki virus HPV. Untuk itu, setialah pada satu orang dan jangan lakukan hubungan seksual dengan orang lain, selain pasangan Anda.

 4.    Tak terlalu aktif secara seksual di usia muda

Ada baiknya wanita menunggu untuk melakukan hubungan seksual dan aktif secara seksual. Penelitian mengungkap bahwa wanita yang telah aktif secara seksual di usia yang terlalu muda memiliki risiko terkena kanker serviks yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang menunggu untuk aktif secara seksual di usia yang lebih tua.

 5.    Gaya hidup sehat

Melakukan gaya hidup sehat seperti tidak merokok, rajin olahraga, dan mengonsumsi makanan-makanan bernutrisi juga penting untuk mencegah kanker serviks. Penelitian menunjukkan bahwa perokok wanita memiliki risiko dua kali lebih besar untuk terkena kanker serviks.

 Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan wanita agar terhindar dari kanker serviks. Yang terpenting adalah selalu menjaga kesehatan dan kebersihan alat genital, serta melakukan gaya hidup yang sehat. Melakukan vaksin HPV, menggunakan kondom, serta melakukan tes papsmear secara teratur juga bisa dilakukan untuk berjaga-jaga agar tak terkena kanker serviks.

 

 

Cacar Ular

Tidak Asing dengan Sakit Cacar Ular?

Sahabat Trinity, pernahkah anda mendengar mengenai cacar ular? Bahasa kedokterannya adalah Herpes Zoster.

 Sebenarnya apa sih penyebab cacar ular ini? Apakah kalau sudah pernah terkena cacar air (varicella simplex) tidak mungkin terkena cacar ular (shingles, varicella zoster)?

Justru siapapun dan usia berapapun meskipun sudah pernah terinfeksi cacar air (baik timbul gejala dan tidak timbul gejala). Namun resiko terjangkitnya penyakit ini meningkat seiring dengan berjalannya usia, terutama bila sudah menginjak usia 50 tahun ke atas. 

 Nah, tidak pernah ada kepastian 100% tidak akan terkena cacar air. Karena virus penyebab kedua jenis penyakit ini sama, yaitu virus varicella zoster (VZV)Perlu diingat, VZV bukan penyebab penyakit kelamin herpes yang merupakan penyakit menular seksual.

 VZV ini sekali masuk ke dalam tubuh manusia, dia akan tetap hidup dan bersembunyi (dormant) di badan sel saraf (ganglion) sensorik sisi belakang (posterior) dan sensorik otak (kranialis), meskipun tanpa gejala.  Sesekali virus ini teraktivasi bertahun-tahun kemudian, maka penyakit cacar ular tidak dapat terhindari.

Kriteria mereka yang berisiko tinggi terhadap sakit cacar ular:

  1. Sistem imunitas rendah, seperti pada orang tua, penderita kanker seperti leukemia, sedang menjalani kemoterapi ataupun radioterapi, dan infeksi HIV

  2. Konsumsi obat immunosupresan, seperti steroid dan obat-obat yang diberikan setelah operasi transplantasi organ

 Transmisi VZV melalui kontak langsung cairan dari gelembung cairan (blisters) dari penderita cacar air. Bila seseorang belum pernah sakit cacar air dan terinfeksi, maka dia akan terjangkit cacar air, bukan cacar ular.

 Bagaimana dengan gejala ataupun tanda-tanda terinfeksi cacar ular? Timbulnya ruam yang nyeri pada satu sisi wajah ataupun tubuh (berbentuk garis lurus), yang didahului dengan gatal, sakit, ataupun kesemutan selama 1-5 hari . Ruam ini kemudian menjadi blisters yang akan mengering dalam waktu 7-10 hari dan menghilang dalam waktu 2-4 minggu.

Pattern 1.jpg

Pattern 2.jpg

 rash1.jpg

 Rash2.jpg

Pada penderita dengan imunitas rendah dapat mengalami penyebaran ruam yag lebih luas dan mirip dengan ruam cacar air.

 Jangan remehkan polanya, bila mengenai mata dapat menyebabkan kebutaan.

 Apakah ada gejala lainnya? Gejalanya mirip seperti orang yang terserang flu, seperti demam, sakit kepala, dan menggigil, atau bahkan sakit perut.

 Bagaimana bila saya mengalami gejala-gejala tersebut di atas?  Sebaiknya anda segera mengunjungi Dokter terdekat. Dokter Umum anda akan memberikan anda obat anti-nyeri; penurun panas/ demam; antivirus salep, oral, intravena; dan kortikosteroid.

 Apakah ada cara penanganan pertama terlebih dahulu?

-  Pastikan ruam anda terbungkus, hindari sentuhan dan garukan

-  Berikan kompres lembab, calamine lotion untuk mengatasi gatal

-  Cuci tangan anda lebih sering untuk mencegah penyebaran virus VZV

-  Sampai terbentuk krustae (cairan blister telah kering, berbentuk kerak), hindari kontak dengan ibu hamil yang belum ada imunitas terhadap cacar air, bayi premature atau lahir dengan berat badan rendah, dan mereka dengan imunitas rendah seperti dijelaskan di atas.

 Bagaimana pencegahan Cacar Ular?

Pastikan diri anda sudah di imunisasi cacar air untuk mengurangi resiko terkena cacar ular dan nyeri kronik akibat Post-Herpetic Neuralgia (PHN) sebagai lesi ikutan pasca Herpes Zoster.

Centres for Disease Control and Prevention (CDC) – US merekomendasikan vaksinasi Herpes Zoster bagi yang telah berusia 60 tahun dan lebih. Sedangkan FDA menyarankan usia 50 tahun dan ke atas untuk diberikan vaksinasi Herpes Zoster.

 References:

l   Djuanda, Adhi, dkk. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, 5th ed. FKUI. Jakarta, 2005.

l   http://www.cdc.gov/shingles/about/overview.htm

LINDUNGI ORANG TERDEKAT dan TERSAYANG ANDA dari HERPES ZOSTER!

Baby.jpg

 

Untuk Vaksin harga bersaing dengan kualitas terbaik,

Hubungi:

Klinik Trinity Medika

021-6121888

Jl. Pangeran Jayakarta Blok E1 No. 12 Jakarta Pusat 10730. Indonesia

Email: enquires@trinitymedika.com

Yellow Fever

What Do You Know about Yellow Fever?

Yellow Fever is an acute infection due to Flavivirus. The endemic areas of this disease are Africa and South America.

 Do you know what carries this virus?

Yes, definitely Mosquitoes! 

nyamuk yellow fever.jpg

 

In city area                : Aedes aegypti

American forests      : Haemogogus sp. or Sabethes sp.

African forests          : Aedes afrianus and Aedes simpsoni

 

What will you experience if you get infected?

You will not have any symptoms for about 3-6 days after you the virus enter your body.

 The clinical characteristics include yellowish skin and mucosa (jaundice), bleeding (haemorrhage), and high albumin in urine (albuminuria).

However, mild infection will give you the following symptoms: fever, sudden headache, nausea, vomit, muscle ache (myalgia), stomach ache, nosebleed, reduced or weak heart pump, and mild albuminuria.

 At later stage, this disease will affect your brain (meningitis), liver (liver failure), kidney (kidney failure), and may be fatal.

 Can it be cured?

As we know, this yellow fever is caused by virus, thus it is a self-limiting disease. Anti viral will not give significant improvement. The medication given will be aimed at alleviating the symptoms only.

  How to prevent it?

  1. Get yourself vaccinated against yellow fever before travelling to the endemic areas. The recommended time of vaccination is minimally 10 days before travelling. Why? This allows your body to build enough antibodies.

  2. Use mosquitoes repellent agents, and use mosquitoes net or cover most of your bodies while sleeping.

 How often should I get this Yellow Fever vaccine?

You will have the immunity against Yellow Fever for 10 years! Do have the booster vaccine 10 years after.

 Who should not receive this Vaccine?

  • Pregnant women.

  • Immunocompromised persons, due to HIV, leukaemia, lymphoma, chemotherapy, and steroid consumption.

  • Baby < 9 months old.

  • Allergy to chicken egg.

 Any side effects after Yellow Fever vaccination?

It is commonly mild, such as mild headache, myalgia, and mild fever.

Hypersensitivity reaction (usually for those who have allergy to chicken egg): redness and itch on the injection site, and bronchial asthma.

 So, what are you waiting for? Prevention is Better than Cure!

foto tertawa.jpg

 

Contact us for vaccination appointment and get a good deal for the most trusted vaccine in the town!

 TRINITY MEDIKA CLINIC

Kompleks Ruko Hotel Ibis Mangga Dua E1/12

Jakarta Pusat

021-6121888 (Indonesian)

Email: enquiries@trinitymedika.co.id (Indonesian & English)

What Do You Know about Yellow Fever?Yellow Fever is an acute infection due to Flavivirus. The endemic areas of this disease are Africa and South America.

 

Do you know what carries this virus?

Yes, definitely Mosquitoes!

 

(FOTO NYAMUK YELLOW FEVER)

 

In city area                 : Aedes aegypti

American forests       : Haemogogus sp. or Sabethes sp.

African forests           : Aedes afrianus and Aedes simpsoni

 

What will you experience if you get infected?

You will not have any symptoms for about 3-6 days after you the virus enter your body.

 

The clinical characteristics include yellowish skin and mucosa (jaundice), bleeding (haemorrhage), and high albumin in urine (albuminuria).

 

However, mild infection will give you the following symptoms: fever, sudden headache, nausea, vomit, muscle ache (myalgia), stomach ache, nosebleed, reduced or weak heart pump, and mild albuminuria.

 

At later stage, this disease will affect your brain (meningitis), liver (liver failure), kidney (kidney failure), and may be fatal.

 

Can it be cured?

As we know, this yellow fever is caused by virus, thus it is a self-limiting disease. Anti viral will not give significant improvement. The medication given will be aimed at alleviating the symptoms only.

 

How to prevent it?

  1. Get yourself vaccinated against yellow fever before travelling to the endemic areas. The recommended time of vaccination is minimally 10 days before travelling. Why? This allows your body to build enough antibodies.
  2. Use mosquitoes repellent agents, and use mosquitoes net or cover most of your bodies while sleeping.

 

How often should I get this Yellow Fever vaccine?

You will have the immunity against Yellow Fever for 10 years! Do have the booster vaccine 10 years after.

 

Who should not receive this Vaccine?

  • Pregnant women.
  • Immunocompromised persons, due to HIV, leukaemia, lymphoma, chemotherapy, and steroid consumption.
  • Baby < 9 months old.
  • Allergy to chicken egg.

 

Any side effects after Yellow Fever vaccination?

It is commonly mild, such as mild headache, myalgia, and mild fever.

Hypersensitivity reaction (usually for those who have allergy to chicken egg): redness and itch on the injection site, and bronchial asthma.

 

So, what are you waiting for? Prevention is Better than Cure!

 

(FOTO TERTAWA)

 

Contact us for vaccination appointment and get a good deal for the most trusted vaccine in the town!

 

TRINITY MEDIKA CLINIC

Kompleks Ruko Hotel Ibis Mangga Dua E1/12

Jakarta Pusat

021-6121888 (Indonesian)

Email: enquiries@trinitymedika.co.id (Indonesian & English)