Klinik Trinity Medika Jakarta Pusat

Just another Blog In Harmony Clinic Sites site

Home » Archive by category "Klinik Trinity Medika"

KENALI JENIS KULIT ANDA…

Kulit sehat dan indah tentunya BISA, asalkan perawatan yang dilakukan dan produk yang digunakan sesuai dengan jenis kulit anda.

Pada dasarnya ada lima jenis tipe kulit, kulit normal, kulit berminyak, kulit kering, kulit sensitif dan jenis kulit kombinasi. Setelah kita mengetahui jenis kulit kita, barulah dapat melakukan perawatan dan penggunaan produk kecantikan yang tepat.

Perawatan rata-rata Setiap 2 Minggu diperlukan untuk membantu Regenerasi Kulit yang sehat.

Berikut ini tips kecantikan untuk mengetahui jenis / tipe kulit dan Perawatan DAILY/ Harian nya:

1. Kulit Normal
- kulit normal tidak kering dan berminyak.
- pori-pori terlihat, tetapi tidak besar.
- setelah dicuci terasa halus dan nyaman.
- pada siang hari tetap terlihat segar dan bersih.
- Sesekali terjadi masalah seperti jerawat.
- kulit terasa nyaman setelah menggunakan cream malam.

Gunakan:
Cleanser 2 yang lembut, berikan Toner 2 penyegar, kemudian gunakan serum RGVT ataupun Vitamin C TOP SELLING kami, kemudian timpa dengan pelembab dan pijat halus.

Pada malam hari timpa dengan Exfoliant cream kami untuk regenerasi kulit maksimal.

Bila pagi dan siang hari oleskan Sunblock 2 sebagai perlindungan terakhir. VOILA… kulit kami akan SEGAR dan CERAH sepanjang hari *^_____^ *

2. Kulit berminyak / Oily Skin
- Kulit terasa sangat berminyak.
- kulit tampak mengkilap disiang hari.
- kulit terasa halus dan cukup nyaman setelah dibersihkan dengan facial wash.
- Sering terjadi jerawat.
- Pori-pori terlihat besar.
- kulit terasa berminyak setelah menggunakan cream malam.

Gunakan:
Cleanser 3 ini akan menghilangkan kotoran dan minyak tanpa menghilangkan kelembaban, rendam kapas dalam cairan astringent atau gunakan Toner 3 lebih praktisnya agar kulit terasa segar dan pori-pori mengecil.

Jangan takut pori-pori membesar kembali dan produksi sebum berlebih karena ada serum RGVT TOP SELLING kami yang dapat menstabilkan produksi sebum dan kelembaban kulit sepanjang hari. Kemudian timpa dengan krim khusus oily skin kami dan oleskan Sunblock 3 pada pagi-siang hari.

3. Kulit Kering/ Dry Skin
- kulit terasa kering dan tipis.
- pori-pori kulit sangat halus.
- Kulit terasa kencang dan terasa kulit terlalu kecil setelah mencuci wajah.
- Pada siang hari akan muncul sisa kulit mati yang belum terbuang yang tampak seperti tambalan sisik.
- Tidak pernah berjerawat.
- Kulit terasa perih setelah menggunakan toner.
- kulit akan terasa nyaman setelah menggunakan cream malam.

Gunakan:
Cleanser 1 yang lembut pada kulit untuk membersihkan kotoran, bilas dengan air dingin untuk membersihkan dan mendinginkan kulit, gunakan Toner 1 untuk menenangkan kulit dan memberikan kelembaban alami kulit, oleskan serum RGVT/ Vitamin C TOP SELLING kami dan timpa dengan Moisturizer cream.

Pada pagi hari, berikan olesan terakhir Sunblock 1 dan bersiaplah untuk tebarkan Pesona Kulit Cantik kamu ^___^ Mudahkan?

4. Kulit Sensitif
- kulit mudah teriritasi.
- kulit terasa kering, gatal, perih setelah membersihkan dengan facial wash.
- Jerawat akan muncul sesekali.
- Pada siang akan muncul beberapa kulit mati yang terkelupas seperti tambalan sisik.
kulit terasa gatal dan perih setelah menggunakan toner.
- kadang-kadang terasa nyaman atau teriritasi setelah menggunakan cream malam.

Gunakan:
Untuk merawat kulit kering, jangan mencuci wajah dengan sabun mengandung deterjen kuat, melainkan dengan lotion, pembersih ringan dengan kandungan hipoalergenik. Gunakan Cleanser 1, Toner 1, dan Serum RGVT TOP SELLING yang merupakan hipoalergenik dan anti iritasi dan membantu menenangkan kulit wajah.

Oleskan Soothing Cream FAVOURITE kami yang bebas dari parfum maupun irritant substances, dan pada pagi hari timpa dengan Sunblock 1 yang dapat melindungi wajah dari bahaya sinar UV dan memerahkan kulit.

Hati-hati pemilihan Sunblock yang baik agar tidak menyebabkan hiperpigmentasi.

5. Kulit Kombinasi
- kombinasi kulit normal, berminyak dan kering.
- kulit bagian pipi biasanya kering.
- kulit akan berminyak didaerah sekitar T-zone.
kulit terasa beberapa bagian kering dan halus setelah dibersihkan dengan facial wash.
- sering berjerawat dibagian T-zone.
- Mengkilap disiang hari pada bagian T-zone.
- kulit menjadi berminyak sekitar T-zone dan nyaman dibagian pipi setelah menggunakan cream malam.
- Kebanyakan wanita memiliki jenis kulit ini.

Gunakan:
Cleanser 3 dan Toner 3 untuk membersihkan kulit dan mencegah komedo pada T-zone. Oleskan Serum RGVT TOP SELLING kami guna stabilkan kadar minyak dan kelembaban kulit serta efek anti aging nya memberikan nutrisi penting bagi kulit.
Pada malam hari, timpa dengan Cream khusus kami untuk menyeimbangkan antara kekeringan dan kelebihan minyak. Sedangkan di pagi hari, timpa dengan Sunblock 3 agar bebas dari penuaan dini.

MUDAHKAN MERAWAT KULIT SENDIRI dengan Produk TRINITY MEDIKA yang pastinya lembut dan aman karena dibawah pengawasan Dokter Ahli.

So… Tunggu apalagi? Yuk Hubungi TRINITY MEDIKA untuk Konsultasi DOkter maupun perawatan kulit Anda.

download

Mengapa SUNBLOCK PENTING BAGI KULIT

Banyak di antara kita yang santai keluar rumah tanpa menggunakan Sunblock. Memang, paparan sesaat hanya memberikan efek Sunburn saja, namun bila berkelanjutan dapat menyebabkan Hiperpigmentasi, Penuaan Dini bahkan resiko Kanker Kulit! 

Mengapa Demikian?
Mari kita mulai dengan mengetahui LAPISAN KULIT.

Pada lapisan epidermis (lap paling luar dari kulit) terdapat MELANOSIT yaitu sel yang memproduksi MELANIN untuk memberi warna pada kulit,dan yang paling penting fungsi melanosit untuk melindungi DNA di inti sel kulit agar tidak bermutasi karena radiasi sinar matahari.

Mutasi DNA di inti sel kulit karena sinar matahari dapat menyebabkan kerusakan sel sehingga terlihat lebih cepat menua dan dapat menyebabkan kanker.

Harus dipahami Sahabat Trinity, Kulit Putih Cantik ternyata memiliki resiko Kanker lebih tinggi. Sedangkan saudara-saudara kita yang ada di Irian Jaya atau di belahan Benua Afrika emmiliki resiko paling rendah.

So, Lindungi Kulit Anda sejak Dini, berikan Perlindungan dengan pemakaian SUNBLOCK yang tepat.

Sayangi kulitmu, karena kecantikan kulit merupakan Aset Anda yang tak ternilai.

Semoga Bermanfaat, Sahabat Trinity!

uv-sun-protection pengaruh-sinar-matahari

TIPS Sehat dan Cantik di Bulan Puasa

Siapa bilang selama berpuasa, Anda tak bisa terus menjalankan rutinitas diet? Justru kesempatan ini harus benar-benar dimanfaatkan. Caranya?


Banyak orang mencoba berpuasa di waktu singkat untuk memulai pola makanan sehat. Ada juga yang mengurangi jumlah makanannya. Diet di bulan puasa asal diawasi dengan baik, bisa jadi solusi efektif untuk mengurangi berat badan.

  1. Usahakan saat Anda sahur dan berbuka Minum setidaknya 7 hingga 10 gelas sehari. , jangan jauh-jauh dari air mineral. Masalahnya, air sangat bermanfaat untuk melepas racun dan zat kimia tak berguna dalam tubuh.
  2. Cari kegiatan alternatif antara puasa dan periode makan. Jangan terlalu kalap melahap semua makanan. Lakukan puasa dengan teratur. Selama dua hingga tiga hari jika Anda menuruti anjuran, diet Anda sudah akan menunjukan hasil.
  3. Ketika berbuka puasa, sebaiknya jangan langsung mengkonsumsi makanan berat. Ingat, Anda harus menahan diri! Berbukalah dengan makanan yang ringan. Tunggu beberapa waktu untuk memastikan tubuh Anda bereaksi dengan baik terhadap makanan kemudian makanlah dengan normal.
  4. Jangan lupakan mengkonsumsi sayur dan buah-buahan yang banyak mengandung vitamin. Kurus boleh, tapi kurus yang sehat ya dear.

 

Tips untuk makan sahur untuk yg ingin diet : Nasi + sayur + telur rebus/ dada ayam rebus tanpa kulit dan tanpa bumbu seperti ( garam,gula dan MSG ) ( nasi bisa diganti dengan nasi merah atau kentang ) bisa ditambah NUTRI DETOX Drink untuk pengganti makan sahur. Dan jangan lupa perbanyak minum air putih.

 

Tips untuk berbuka puasa bagi yang berdiet: Tea Manis Hangat dan Kurma Setelah sholat maghrib/isya  Bisa langsung Makan berat 6 suap. Dan jangan lupa perbanyak minum air putih

 

Kenapa Tidak Boleh Memencet Jerawat.

Yang akan dibahas disini adalah memencet dengan tangan ya dan bahasannya tentang jerawat bukan komedo. Alasannya tidak bolehnya memencet jerawat dengan tangan adalah.

1.Tangan kita TIDAK STERIL sekalipun sudah mencuci tangan dengan bersih

2.Jerawat jika digambarkan detail didalam permukaan kulit kita,akan Nampak seperti gambar,ada sumbatan minyak disana yang isinya minyak /sebum, sel kulit mati,& Bakteri.
Apa jadinya jika kita memencet jerawat sembarangan ?
Sumbatan minyak (didalam kulit) tersebut akan pecah dan menyebabkan Peradangan baru yang lebih luas (ke sekitar jerawat yang sudah ada)
Dampak adalah beberapa hari kemudian pasti jerawat yang dipencet akan semakin meradang (membengkak / membesar)dan bisa muncul jerawat baru disekitar jerawat yang dipencet.

3.Jika kita berhasil memencet jerawatnya dan Pecah, timbul luka Terbuka yang menyebabkan semakin banyak bakteri baru datang yang kemungkinan tidak bias disembuhkan dengan cepat oleh antibiotic yang standar

4.Peradangan yang besar , jika dipencet kemudian pecah akan menyebabkan luka yang dalam (Scar /Bopeng), sudah pasti bekasnya akan sulit kembali seperti semula .

Banyak banget kan kerugiannya ?lalu bagaimana mengatasinya?
Jangan pencet jerawat sampai dia matang dan mengering /pecah sendirinya, Yang boleh dipencet adalah Bleackhead dan Whitehead ( yang sudah mengering ) Dengan catatan dilakukan menggunakan alat steril dan prosedur pengerjaannya juga steril dan professional yang ahli .

Rajin membersihkan wajah minimal 2x sehari terutama diawali cleansing milk akan membantu mengurangi sumbatan minyak diwajah, dan gunakan produk yang sesuai dengan kondsi kulit wajah

Sayangi kulitmu, karena kecantikan kulit merupakan Aset Anda yang tak ternilai.

Semoga Bermanfaat, Sahabat Trinity!

Happy Weekend..2

Meningitis Alert

Sahabat Trinity, Waspadai penyakit Meningitis!

Tidak hanya untuk UMROH, tetapi ternyata artis tanah air juga terserang Meningitis!

Simak beritanya:
http://www.tempo.co/read/news/2014/04/30/219574346/Olga-Syahputra-Kena-Meningitis-Ini-yang-Terjadi

Jangan Resiko kan Diri anda. Segera lakukan VAKSINASI MENINGITIS!http://www.liputan6.com/tag/vaksin-meningitis


TRINITY MEDIKA memberikan pelayanan VAKSINASI MENINGITIS HALAL bagi dewasa dengan VAKSIN TERPERCAYA dan HARGA TERJANGKAU. 

Call: (021)6121888logo klinik

Pentingkah Vaksinasi untuk Traveler?

Liburan? Siapa yang tidak senang liburan? Jalan-jalan untuk menghilangkan penat dan kejenuhan selama bekerja. Persiapan juga harus matang, mulai dari dokumen, barang bawaan pribadi, keuangan, penginapan dan yang tidak ketinggalan kesehatan dan stamina kita. Bagaimana dengan kesehatan kita nanti disana? Apa sajakah yang perlu diperhatikan selama bepergian?

Terkadang kita lupa bahwa bepergian memiliki banyak resiko terserang berbagai macam penyakit di tempat tujuan. Mulai dari kebiasaan hidup yang mungkin berlainan, kebersihan tempat yang akan didatangi, makanan yang berbeda dengan yang selama ini dimakan dan penyakit yang sering menyerang masyarakat disana. Apa yang harus kita persiapkan untuk menghadapi hal tersebut?

Yang terutama adalah kita wajib membawa obat-obatan pribadi untuk berjaga-jaga jika terjadi kejadian yang tidak diinginkan dan mengalami kesulitan mencari obat didaerah tujuan tersebut. Kemudian kita perlu untuk membawa vitamin yang berguna untuk menjaga daya tahan tubuh kita selama perjalanan. Selain itu saat ditempat tujuan penting juga kita untuk memilih makanan yang sehat dan bergizi sehingga mengurangi resiko sakit saat bepergian.

Selain itu, perlu juga melakukan vaksinasi sebelum melakukan perjalanan. Terutama jika bepergian ke negara atau daerah dengan angka kejadian penyakit tertentu tinggi. Seperti bepergian ke daerah Afrika yang memiliki angka kejadian penyakit yellow fever yang tinggi, maka di wajibkan untuk menerima vaksinasi yellow fever sebelum berangkat ke Afrika. Atau jika bepergian ke daerah yang padat penduduk dan memiliki kebersihan yang kurang, disarankan untuk menerima vaksinasi hepatitis A dan vaksinasi tifoid, untuk mencegah terjadinya penyakit hepatitis A dan penyakit tifoid yang berhubungan erat dengan penularan melalui makanan dan kebersihan yang buruk. Oleh karena itu sangat disarankan bagi para traveler untuk menerima vaksinasi yang sesuai dengan daerah tujuan untuk mencegah sakit di tempat tujuan atau bahkan membawa penyakit tersebut masuk ke negasa asal atau daerah asal traveler.

Reaksi Setelah Vaksinasi BCG

Tentunya banyak ibu-ibu yang khawatir dengan anaknya yang justru setelah vaksinasi timbul kemerahan dan bengkak pada daerah suntikan, bahkan tidak sedikit yang terdapat nanah pada bengkak tersebut. Sering dipikiran akan terlintas “apakah sang dokter salah menyuntik?”, “mengapa setelah vaksinasi malah sakit”, atau bahkan “obat yang disuntikkan salah/kadarluwasa”.

Dapat dijelaskan terdapat beberapa reaksi yang terjadi setelah vaksinasi BCG, yang paling sering terjadi atau yang dikenal dengan nama reaksi lokal akan menimbulkan reaksi kemerahan dan pembengkakan pada area bekas penyuntikan dan setelah 2-3 minggu kemusian akan terdapat nanah yang kemudian akan menjadi luka terbuka (ulkus) dan lambat laun akan menjadi sembuh dalam waktu 8-12 minggu membentuk jaringan parut pada tempat yang telah disuntikkan.

Selain itu terdapat reaksi regional dengan ciri  pembengkakan di kelenjar limfe, seperti leher atau ketiak, tanpa disertai nyeri tekan maupun demam, yang akan menghilang dalam waktu 3-6 bulan.

Reaksi tersebut merupakan raksi yang wajar dan sering terjadi pada anak sesudah mendapatkan vaksinasi BCG

Selain itu ada pula komplikasi yang sering terjadi setelah vaksinasi BCG. Komplikasi yang timbul adalah : pembentukan abses (penimbunan nanah) di tempat penyuntikan. Hal ini terjadi karena umumnya tempat penyuntikan yang terlalu dalam. Abses ini akan menghilang secara spontan, dan sering terjadi Limfadenitis supurativa, yang terjadi jika penyuntikan dilakukan terlalu dalam atau dosisnya terlalu tinggi. Keadaan ini akan membaik dalam waktu 2-6 bulan.

Seberapa Pentingnya Vaksinasi Pada Remaja

Vaksinasi pada remaja merupakan hal yang penting dalam upaya pemeliharaan kekebalan tubuh tehadap berbagai macam penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus maupun parasit dalam kehidupan menuju dewasa. Vaksinasi pada remaja ini diperlukan mengingat imunitas yang mereka peroleh sebelumnya dari pemberian vaksinasi lengkap sewaktu masa bayi dan anak-anak tidak dapat bertahan seumur hidup. Selain itu, tingginya angka kematian penyakit serius yang dapat terjadi pada usia remaja yang membuat pentingnya vaksinasi pada remaja (misalnya: kanker serviks sehubungan dengan infeksi HPV yang meningkat pada remaja wanita).

Rekomedasi yang saat ini ada diberikan melalui Advirsory Committee on Immunization Practices (ACIP), dan mengadopsi rekomendasi dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) berkolaborasi dengan American Academy of Pediatric dan American Academy of Family Physicians dan organisasi-organisasi profesional lainnya.

Vaksinasi pada Remaja

Usia sekolah dan remaja merupakan kurun waktu dimana dapat terjadi paparan lingkungan yang luas dan beraneka ragam. Vaksinasi yang diberikan terdapat dua macam, vaksinasi ulangan (booster) dan vaksinasi yang memang diberikan untuk pencegahan terhadap penyakit pada remaja. Vaksinasi ulang (booster) untuk hampir semua jenis vaksinasi dasar pada usia lebih dini, diantaranya; hepatitis B, polio, varisela, hepatitis A, difteri dan tetanus (DT), pneumokokus, rubela, campak dan gondongan. Vaksinasi untuk pencegahan penyakit yang sering menyerang pada usia remaja, yaitu: HPV, Influenza.

Vaksinasi Remaja yang dianjurkan:

1. Tetanus and diphtheria toxoids vaccine (Td) dan vaksin Tetanus and diphtheriatoxoids acellular pertussis (Tdap).

Pemberian vaksinasi ini pada usia 11-18 tahun dengan dosis tunggal Tdap. Sering pula diberikan pada ibu yang sedang hamil untuk mecegah pertusis pada anak yang dilahirkan.

2. Vaksin Influenza

Diberikan 1x sejak umur 6 bulan dan diulang setiap tahunnya. Vaksinasi jenis ini tergolong aman dan jarang memberikan efek samping.

3. Vaksin Human papillomavirus (HPV)

Vaksin HPV berfungsi untuk mecegah terjadinya infeksi HPV dengan tujuan mengurangi angka morbiditas dan mortalitas yang berhubungan dengan infeksi HPV genitalia. Terdapat 2 jenis vaksin HPV yaitu vaksin bivalen (tipe 16 dan 18) dan vaksin quadrivalen (tipe 6, 11, 16 dan 18). Vaksin bivalen berfungsi untuk mencegah terjadinya kanker serviks dan umumnya diberikan pada remaja perempuan dan vaksin quadrivalen diberikan untuk mencegah terjadinya kanker serviks dan kutil kelamin, sehingga dapat diberikan pada remaja laki-laki dan perempuan. Vaksin ini mempunyai efikasi 96-100% untuk mencegah kanker leher rahim yang disebabkan oleh HPV tipe 16/18.

Rekomendasi pemberian vaksinasi HPV pada remaja pada usia 9-13 tahun. Dengan dosis 3 x pada bulan ke 0, 1atau 2 dan bulan ke 6.

4. Vaksin Hepatitis A (HepA)

Vaksinasi hepatitis A diberikan mulai usia ≥ 2 tahun. Pemberian vaksinasi ini sebanyak 2 dosis pada bulan ke 0 dan bulan ke 6. Vaksinasi ini penting diberikan pada remaja karena penularan hepatitis A yang berasal dari makanan yang dimakan, sehingga remaja sangat rentan terserang hepatitis A.

5. Vaksin Hepatitis B (HepB)

Vaksin hepatitis B diberikan sebanyak 3 dosis dengan interval yang direkomendasikan adalah 1-2 bulan, antara pemberian vaksin pertama dan kedua, serta 4-12 bulan, antara pemberian vaksin kedua dan ketiga (akan memberikan respons antibodi paling optimal). Atau sering disebutkan bukan ke 0, 2, dan bukan ke 6

Efektivitas vaksin dalam mencegah infeksi VHB adalah 90-95%. Memori sistem imun menetap minimal sampai 12 tahun pasca imunisasi sehingga tidak dianjurkan untuk imunisasi booster.

6. Measles, mumps, and rubella vaccine (MMR)

Imunisasi campak pada remaja diberikan berupa vaksin MMR. Pemberian vaksin MMR penting untuk wanita usia subur dan wanita hamil sehingga anak yang dilahirkan tidak menderita rubella kongenital. Vaksin ini hanya diberikan sebanyak 1 kali.

7. Vaksin Varicella

Pemberian imunisasi varicella pada remaja yang belum pernah mendapat imunisasi diberikan imunisasi 2 kali dengan jarak pemberian selama 1 bulan. Sedangkan bagi yang sebelumnya hanya mendapatkan 1 kali penyuntikan maka diperlukan pemberian kedua untuk meningkatkan imunitas. Pemberian vaksinasi ini dilakukan pada usia 7-18 tahun. Angka perlindungan yang diberikan vaksiansi ini mencapai 70 persen.

Pentingnya Vaksinasi Yellow Fever

Yellow fever merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditransmisi melalui nyamuk yang banyak menyebabkan kematian. Penyakit ini banyak terdapat di daerah Afrika dan Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Penyakit ini menyebar secara cepat melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi dan tidak dapat menular langsung dari orang ke orang.

Orang yang terinfeksi penyakit ini umumnya memerlukan perawatan. Gejala yellow fever umumnya terjadi demam, kuning pada kulit dan mata, perdarahan dari beberapa bagian tubuh dan sering terjadinya kegagalan organ seperti hati, ginjal dan paru-paru, bahkan pada 20-50% kasus terjadi kematian.

Dari seluruh kasus yang terjadi, 90% nya terjadi di Afrika. Transmisi di Afrika terutama disebabkan karena tingginya populasi nyamuk pembawa virus tersebut dan tingginya populasi manusia yang tidak di vaksin di daerah tersebut.

Di Amerika Seltan, angka kejadian yellow fever lebih sedikit dibandingkan dengan di Afrika, karena tingginya angka vaksinasi pada populasi di Amerika Selatan, sehingga banyak populasi yang terlindungi dari penyakit ini.

Vaksinasi yellow fever secara signifikan mengurangi angka kejadian yellow fever diseluruh muka bumi. Efektifitas vaksin tersebut memberikan 80-90% perlindungan dari yellow fever, dan mampu melindungi selama 10 tahun.

Bagi para wisatawan atau pekerja sementara yang berada di akan berkunjung ke Afrika atau Amerika Selatan sangat disarankan untuk mendapatkan perlindungan vaksinasi ini. Mengapa? Karena angka infeksi yellow fever di Afrika sangat tinggi, sehingga jika para pengunjung yang saat itu sedang memiliki daya tahan tubuh yang rendah, memudahkan untuk terkena infeksi yellow fever, dan akan sangat membahayakan jika virus tersebut masih berada dalam tubuh dan terbawa pulang ke Indonesia sehingga menularkan terhadap saudara tau sekitar rumah lainnya.

Vaksinasi Pneumonia untuk Lansia Sehat

Lansia atau yang sering dikenal dengan nama lanjut usia, merupakan golongan orang yang berusia diatas 60
tahun merupakan golongan usia yang sangat rentan terkena berbagai macam penyakit. Lansia umumnya disertai dengan penyakit kronis lainnya, sehingga daya tahan tubuh akan semakin menurun.

Salah satu penyakit yang sering menyerang pada usia lanjut dan terutama pada lansia dengan penyakit kronisdan penggunaan antibiotik jangka panjang adalah pneumonia. Penumonia merupakan penyakit yang menyerang
saluran pernafasan. Pneumonia umumnya disebabkan oleh bakteri, virus, jamur atau parasit. Bakteri yang
banyak menyebabkan penyakit ini adalah bakteri streptococcus dan mycoplasma pneumonia.

Gejala yang terjadi umumnya adalah batuk, demam, menggigil, nyeri dada, sesak napas, lemah dan mual.
Penyakit ini dapat menyerang semua usia dan dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini merupakan penyebab
kematian tertinggi pada lansia,terutama lansia dengan penyakit kronis lainnya, lansia dengan kondisi tirah baring lama, pemasangan alat dan lansia dengan konsumsi antibiotik dalam jangka waktu lama.

Bagaimana cara pencegahannya?

Pencegahan dapat dilakukan dengan vaksinasi, yang berfungsi untuk merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membantu mencegah infeksi pneumonia dan komplikasi yang diakibatkan oleh pneumonia.

Vaksinasi diberikan sebanyak 2 x. Vaksinasi PCV 13 yang dilanjutkan dengan vaksinasi PPSV23 dengan jeda selama minimal 8 minggu. Jika sudah pernah mendapatkan vaksin PPSV23 sebaiknya berikan vaksinasi PCV 13
dengan jeda minimal 1 tahun.

Konsultasikan dengan dokter anda untuk keterangan lebih lanjut

Hubungi : Klinik Trinity Medika

Kompleks Ruko Hotel Ibis Mangga Dua

Jalan Pangeran Jayakarta blok E1 no. 12

Jakarta Pusat 10730. Indonesia

Phone             : (021) 6121888

Fax                  : (021) 6288395

Email               : enquiries@trinitymedika.com

Fans page fb    : Trinity Medika

Twitter            : @Trinity_Medika