Klinik Trinity Medika Jakarta Pusat

Just another Blog In Harmony Clinic Sites site

KANKER SERVIK

Penularan  HPV

HPV tidak hanya ditularkan oleh darah. Cara yang  paling  umum  ialah  dengan

- Kontak kulit ke kulit

- Kontak dengan penis, skrotum, vagina, vulva, atau anus dari orang  yang  terinfeksi.

- Mencium  atau  menyentuh  alat kelamin  pasangan .

Menggunakan  kondom tidak menjamin perlindungan karena virus bisa pada daerah kulit yang tidak tercakup oleh kondom saja

HPV biasanya diperoleh di usia muda pada saat debut seksual (biasanya diukur sebagai usia ‘hubungan seksual pertama’). Penelitian menunjukkan bahwa debut seksual untuk anak muda Kanada (pria dan wanita) h melaporkan bahwa seks oral yang dilakukan oleh gadis-gadis semuda berusia 12 dan 13 tahun,terlepas dari latar belakang sosial atau ekonomi .

Kutil kelamin yang sangat menular dan menyebar selama oral, vagina, atau anal seks dengan pasangan yang terinfeksi. Kebanyakan orang (66%) yang memiliki kontak seksual dengan pasangan yang terinfeksi oleh kutil kelamin akan mengembangkan kutil sendiri, biasanya dalam waktu tiga bulan dari kontak. Kutil kelamin dapat menyebabkan masalah selama kehamilan:

 

Kadang-kadang mereka mendapatkan lebih besar, sehingga sulit untuk buang air kecil.

Mereka dapat membuat vagina kurang elastis dan menyebabkan obstruksi selama persalinan.

Dalam kasus yang jarang terjadi, bayi yang lahir dari ibu dengan genital warts mengembangkan kutil di tenggorokan mereka – sebuah kondisi yang berpotensi mengancam jiwa bagi anak.

Kutil kelamin dapat berlangsung selama bertahun-tahun dan akhirnya pergi. Bahkan jika hal ini terjadi virus HPV bisa tetap tertidur di dalam tubuh dan manifestasi dapat kembali di kemudian hari.

Kursus alami yang diambil oleh infeksi HPV bervariasi dari waktu ke waktu dan dari satu orang ke orang lain:

Kutil kelamin dapat berkembang dengan cepat di dalam atau di luar vagina, biasanya dalam

tiga bulan kontak.

 

Deteksi Dini Kanker Serviks

Melakukan perubahan gaya hidup sebagai upaya dini mencegah ancaman penyakit kanker serviks dengan cara pilih makanan yang beresiko dini kanker gizi seperti sayuran, berperilaku hidup dengan menjaga kebersihan lingkungan, hindari seks dini dan seks bebas.

Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, bisa memperkecil kemungkinan resiko kanker serviks. Pentingnya deteksi dini kanker serviks atau leher rahim pada perempuan. Deteksi dini ini bisa dilakukan dengan sistem Singe Visit Approach atau See and treat yaitu pemeriksaan kanker serviks dengan metode IVA (inspeksi visual dengan asam asetat). Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan suka dapur yang diencerkan untuk melihat kodnisi serviks dan kemudian melakukan terapi krio (krioterapi) jika ditemukan kelainan prakanker (IVA positif). Cara lain juga dapat dilakukan dengan papsmear.

Selain dengan papsmear, kanker serviks bisa dicegah dengan cara menggunakan alat pengaman saat berhubungan intim dan melakukan suntik vaksinasi.
Vaksin ini sangat diperlukan untuk pencegahan. BIsa diterapkan kepada wanita usia 10 sampai 55 tahun

Penyakit Kanker Serviks

Kanker serviks atau kanker leher rahim terjadi dibagian organ repsoduksi wanita. Leher rahim adalah bagian yang sempit disebelah bawah antara vagina dan rahim seorang wanita. Penyebab kanker serviks  adalah virus HPV (Human Papillomavirus).

Faktor resiko penyebab kanker serviks adalah

  •  Pernikahan atau hubungan seksual pada usia muda
  •  Sering melahirkan (MultiPara)
  •  Merokok, jika seorang wanita terinfeksi HPV merokok meningkatkan resikonya
  •  Beberapa pasangan seksual
  •  Infeksi menular seksual.

 

Kanker Serviks

Tiap negara dibelahan dunia memiliki kecenderungan jenis penyakit yang berbeda. Seperti Korea dan Jepang yang didominasi kanker pada lambung, atau di India, di dominasi kaner rongga mulut. Dan wanita di Indonesia dihantui oleh dominasi kanker serviks.

Setiap harinya diperkirakan 40-50 kasus baru ditemukan, diperkirakan 20-25dari kasus tersebut mengakibatkan kematian. Dan setiap wanita beresiko terkena kanker serviks, tidak tergantung kondisi sosial, ekonomi dan status, usia, dan gaya hidup.

Pencegahan Kanker Serviks

Masalah kanker serviks pada wanita menjadi masalah yang menakutkan. Penyakit ini terjadi dan menunjukkan gejala justru terjadi lama setelah melakukan hubungan seksual pertama Anda. Hal ini terjadi karena virus dan juga karena melakukan hubungan seksual pada usia muda dan juga melakukan hubungan seksual dengan banyak laki-laki.

Banyak cara yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker serviks. Salah 1 nya yaitu dengan melakukan Vaksinasi HPV(Kanker Serviks)

Stadium-stadium pada kanker serviks :
a. Stadium 0     yaitu infeksi awal HPV
b. Stadium I      yaitu proses infeksi mendalam pada serviks
c. Stadium II     yaitu sel kanker menyebar keluar serviks, tetapi tidak sampai dinding panggul atau sepertiga bawah vagina.
d. Stadium III   yaitu sel kanker menyebar ke dinding panggul dan atau sepertiga bawah vagina.
e. Stadium IV   yaitu sel kanker sudah menyebar lebih luas atau metastases sudah jauh.

 

Ciri-Ciri Perempuan Menderita Kanker Serviks

Kanker serviks membutuhkan proses yang sangat panjang yaitu antara 10 hingga 20 tahun untuk menjadi sebuah penyakit kanker yang pada mulanya dari sebuah infeksi. Oleh karena itu, saat tahap awal perkembangannya akan sulit untuk di deteksi. Oleh karena itu di sarankan para perempuan untuk melakukan test pap smear setidaknya 2 tahun sekali, melakukan test IVA (inspeksi visual dengan asam asetat, dll. Meskipun sulit untuk di deteksi, namun ciri-ciri berikut bisa menjadi petunjuk terhadap perempuan apakah dirinya mengidap gejala kanker serviks atau tidak:

  1. Saat berhubungan intim selaku merasakan sakit, bahkan sering diikuti pleh adanya perdarahan.
  2. Mengalami Keputihan yang tidak normal disertai dengan perdarahan dan jumlahnya berlebih
  3. Sering merasakan sakit pada daerah pinggul
  4. Mengalami sakit saat buang air kecil
  5. Pada saat menstruasi, darah yang keluar dalam jumlah banyak dan berlebih
  6. Saat perempuan mengalami stadium lanjut akan mengalami rasa sakit pada bagian paha atau salah satu paha mengalami bengkak, nafsu makan menjadi sangat berkurang, berat badan tidak stabil, susah untuk buang air kecil, mengalami perdarahan spontan.

 

Posted under: Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>